Perception Study on the Use of Medicinal Plants in Tulamben Village: A Mixed-Methods Study

Authors

  • Fitria Megawati Fakultas Farmasi, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ni Putu Dewi Agustini Fakultas Farmasi, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali, Indonesia
  • Luh Santhi Utami Wiryani Fakultas Farmasi, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali, Indonesia
  • Ni Putu Vyra Ginanti Putri Fakultas Farmasi, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35451/jfm.v9i1.4002

Keywords:

Medicinal Plants, Mixed Methods, Perception, Traditional Medicine, Tulamben

Abstract

Background: Medicinal plants have been used for generations by the community of Tulamben Village, Karangasem Regency, as part of traditional healthcare practices. Objective: This study aimed to determine community perceptions in Banjar Dinas Tulamben regarding the use of medicinal plants as traditional medicine. Methods: An exploratory sequential mixed-methods design was employed using in-depth interviews and a questionnaire. A total of 265 respondents were selected by accidental sampling from a population of 791 residents. The quantitative instrument consisted of 22 statements covering five indicators and was analyzed univariately. Results: All respondents had used plants as traditional medicine; 93% prepared remedies themselves, 63% mainly obtained information from family or friends, 50% processed plants by grinding, and 62% used them orally. Turmeric was the most commonly utilized plant (36%). Respondents were predominantly female (72.5%), aged 18–44 years (54.3%), and senior high school/vocational school graduates (48.6%). The questionnaire showed an average perception score of 86%, categorized as positive (>51%). Conclusion: The Banjar Dinas Tulamben community has a positive perception of medicinal plant use, providing a basis for locally grounded health education programs

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Darwis AM, Nirwana A, Burhamzah R, Patimang YC. Pengetahuan masyarakat tentang penggunaan tanaman obat keluarga sebagai peningkatan imun selama pandemi. Public Health Nutrition Journal. 2021;1(2).

[2] Wardani WT, Muhlis M. Pengetahuan dan pola swamedikasi penggunaan obat tradisional dan cara pengobatan tradisional sebagai terapi komplementer di wilayah kerja Yandu Wredasari 07, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian. 2020;1(2):52–60. doi:10.31764/LF.V1I2.2539.

[3] Reiza Adiyasa M. Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika dan Kesehatan. 2021;4(3). doi:10.18051/JBiomedKes.2021.

[4] Dewi RS, Nur Illahi F, Aryani F, Pratiwi E, Agustini TT. Persepsi masyarakat mengenai obat tradisional di Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia. 2019;8(2).

[5] Megawati F, Anita Dewi NLKA, Agustini NPD, Suwantara IPT. Persepsi dan sikap masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan penyakit saluran pernafasan atas di Desa Tenganan Pegringsingan. Jurnal Insan Farmasi Indonesia. 2024;7(2):66–76. doi:10.36387/jifi.v7i2.2105.

[6] Lindawati S, Hendri M. Penggunaan metode deskriptif kualitatif untuk analisis strategi pengembangan kepariwisataan Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara. 2016.

[7] Jamilatun M, Lukito PI, Amartya VD, Jannah M, Sari Dewi FAK. Edukasi pemanfaatan bahan alam sebagai bahan obat tradisional di Desa Satriyan Juwiring Klaten. RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua. 2025;3(2). doi:10.61124/1.renata.164.

[8] Desni F, Agung Wibowo T, Rosyidah. Hubungan pengetahuan, sikap, perilaku kepala keluarga dengan pengambilan keputusan pengobatan tradisional di Desa Rambah Tengah Hilir Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, Riau. 2021.

[9] Yustitia Pelokang C, Koneri R, Katili D. Pemanfaatan tumbuhan obat tradisional oleh etnis Sangihe di Kepulauan Sangihe bagian selatan, Sulawesi Utara. 2018.

[10] Hariyati Y, Soeparjono S, Setiyono S, Sugeng Winarto P. Persepsi masyarakat Tengger tentang kemanfaatan etnobotani sebagai obat herbal. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 2020;25(3):440–448. doi:10.18343/jipi.25.3.440.

[11] Ermawati N, Oktaviani N, Pramudita R. Persepsi masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional sebagai upaya preventif COVID-19 di Kota Pekalongan. 2022;5(2).

[12] Nengah N, Eni S, Sukenti K, Muspiah A, Rohyani IS. Studi etnobotani tumbuhan obat masyarakat komunitas Hindu Desa Jagaraga, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Biotropika: Journal of Tropical Biology. 2019;7(3).

[13] Nursanti WOE, Idrus I, Muh Ramadhan IS. Profil pengetahuan dan penggunaan obat tradisional sebagai upaya swamedikasi masyarakat Wangi-Wangi Selatan. Journal Pelita Sains. 2023;3(2):28–35.

[14] Pranatawijaya VH, Widiatry W, Priskila R, Putra PBAA. Penerapan skala Likert dan skala dikotomi pada kuesioner online. Jurnal Sains dan Informatika. 2019;5(2):128–137. doi:10.34128/jsi.v5i2.185.

[15] Sari AA, Hariyati Y. Pemanfaatan etnobotani masyarakat Tengger untuk obat herbal dan upacara adat. AGRIEKONOMIKA. 2020;9(2):215–230. doi:10.21107/agriekonomika.v9i2.8033.

[16] Marbun, R. A., Sihombing, Y. R., & Anggraeni, R. (2026). Anti-Aging Activity Test and Physical Stability Evaluation of NanoCream Containing Ethanolic Extract of Binara Herb (Artemisia vulgaris L.). JURNAL FARMASIMED (JFM), 8(2), 1165-1173.

[17] Sihombing, Y. R., & Siska, F. (2025). Activity Test of Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) on Lymphocyte Proliferation and Immunoglobulin G Expressionas an Immunostimulatory Agent. Jurnal Farmasimed (JFM), 8(1), 220-227.

[18] Turnip, N. U. M. B., Anggraeni, R., Sihombing, Y. R., & Wulandari, S. (2025). Test to Determine The Quercetin Content of Tenggiang (Polystichum setiferum) Using the High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Method and Its Antifungal Activity Against Pityrosporum ovale. Jurnal Farmasimed (JFM), 7(2), 135-142.

[19] Situmorang, N. B., Fatima, N., Marbun, R. A. T., & Sihombing, Y. R. (2023). Test Of Effect Kedondong Leaf Ethanol Extract (Spondias Dulcis) On Staphylococcus Aureus Bacteria. JURNAL FARMASIMED (JFM), 5(2), 166-171.

[20] Marbun, R. A. T. (2025). Testing the Activity of Chitosan Nanohydrogel from Belut Sawah (Monopterus albus) Extract as a Future Anti-Aging Candidate. Jurnal Farmasimed (JFM), 8(1), 331-338.

Downloads

Published

2026-10-30

How to Cite

Perception Study on the Use of Medicinal Plants in Tulamben Village: A Mixed-Methods Study. (2026). JURNAL FARMASIMED (JFM), 9(1), 990-995. https://doi.org/10.35451/jfm.v9i1.4002