EFEKTIVITAS KERASIONALAN PEMBERIAN ANTIDIABETIK PENGOBATAN ORAL PASIEN DIABETES MELLITUS PADA USIA 30-50 TAHUN TIPE 2 DI RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD DELI SERDANG LUBUK PAKAM TAHUN 2020

  • Loraetta Brety Sebayang Institut Kesehaan Medistra Lubuk Pakm
  • Romauli Anna Teresia Marbun Institut Kesehatan Medistra Lubuk pakam
  • Dewi Kartika Institut Kesehatan Medistra Lubuk pakam
Keywords: Effectiveness of drug rationality, diabetes mellitus, antidiabetic

Abstract

Background: Diabetes Mellitus is a chronic condition, which occurs because the body cannot produce insulin, normally or insulin cannot work effectively. Objective: To determine the effectiveness of the rational administration of antidiabetic, oral treatment of diabetes mellitus patients at the age of 30-50 years type 2 in Deli Serdang Hospital, lubuk pakam in 2020. Method: This study is a non-experimental type of research using descriptive methods. Results: Shows that from 72 samples of Type II Diabetes Mellitus patients at Deli Serdang General Hospital, April-July Period 2020. With the number (52.8%) of male sex patients and the number (47.2%) of type patients  female genitalia and antidiabetic drugs most widely used by patients, in the period of April-July 2020, namely (20.8%) glycionion + metformin and (20.8%) insulin drugs.  the use of DM drugs with the right rational indication (65.3%), Rational with the right medicine (100%), rational with the right dosage (100%), the right rational patient (100%) and the rational way of administration (100:%). Conclusion: Evaluation of drug use is a structured quality assurance process that is carried out continuously to ensure that the drugs used are appropriate, safe, and efficient.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[AACE]. 2009, Statement by an American Association of Clinical Endocrinologists Consensus Panel On Type 2 Diabetes Mellitus : An Algoritm for Glycemic Control, Vol 15 No 6, American Association of Clinical Endocrinologists Medical.
[ADA] American Diabetes Association 2015. Diagnosis and Classification of DM. Diabetes Care, vol 27. Available from: http:// care. diabetesjournals. org/ content 27/suppl_1/s5.full.pdf+html [20 Agustusr 2016].
[ADA] American Diabetes Asoociation. 2015. Standards of Medical Care In Diabetes 2014,Vol 37 (suppl 1) . American Diabetes Asoociation. Hal. 27
[Anonim], 2015, Dasar-dasar Pemeriksaan Mikrobiologi, 15-121, Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
[Anonim], 2015 a, Pharmaceutical Care untuk Penyakit Diabetes Mellitus, 8- 76, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI November 2009.
[Anonim], 2015, Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Obat Bebas terbatas, Direktorat Bina Farmasis Komunitas dan Klinik Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Depkes RI.
Arnold Hongdiyanto., Paulina V. Y. Yamlean., dan Hamidah Sri Supriati (2015). Evaluasi Kerasionalan Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Pasien Rawat Inap Di Rsup. Dr. R. D. Kandou Manado Tahun 2013. Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 3 No. 2
Arifin, I., Prasetyaningrum, E., & Andayani, T.M. (2015). Evaluasi Kerasionalan Penggunaan Obat DM tipe-2 Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Bakti Wiratama Semarang Pada Tahun 2006. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 4(1).
Atkinson A, Abernethy DR, Daniels CE, Dedrick RL, Markey SP.2007. Principles of Clinical Pharmacology Second Edition.USA: Elsevier Inc. p.230.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan, Republik Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Laporan asional 2012. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.
Corwin EJ, 2015. Buku Saku Patofisiologis. Subekti NB, penerjemah; Yudha EK, Wahyuningsih E, Yulianti D, Karyuni PE, editor, Jakarta : EGC, Terjemahan dari: Handbook of Pathofisiology.
Darmojo RB, Mariono, HH (2015). Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Edisi ke-3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
[Depkes RI]. 2005. Pedoman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta : Depkes RI.
[Depkes RI].2005. Pharmaceutical Care Untuk penyakit Diabetes melitus.Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
[Depkes RI]. 2015. Pedoman Pembinaan Kesehatan Jiwa Usia Lanjut bagi Petugas Kesehatan. Jakarta: Depkes RI.
[Depkes RI].2018. Daftar Obat Esensial Nasional 2008. Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Dipiro.JT., 2017, Pharmacoterapy Handbook 7 edition, Mc Graw Hill, NewYork.
Gibney, Michael J, 2015. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta : EGC, 407-418.
Guyton, Arthur C, John E. Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran 9 ed.Jakarta: EGC
Handini, Y.P. 2015. Kejadian ulkus diabetes pada penderita diabetes melitus tipe2 dengan atau tanpa dislipidemia. [skipsi]. Semarang: Medical Faculty of Diponegoro University
Hikmat P. 2015, Komplikasi kronik dan penyakit penyerta pada diabetes [Skripsi]. Bandung: Division on Endocronology and Metabolism. Departement of Internal Medicine. Padjajaran University Medical School. Hasan Sadikin Hospital.
Katzung, Bertram G. 2015. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 10. Jakarta:EGC.
[Kemenkes RI]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Katalog dalam Terbitan Kementerian Kesehatan RI Indonesia: Pusat Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2012, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.
Martono H, Pranarka K. 2016. Buku Ajar Boedhi-Darmojo Geriatri Edisi Keempat. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Hal.3-9.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.Price, Anderson S. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta: EGC. 1259-1268.
[PERKENI]. 2016. Konsesus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe2 di Indonesia 2006. Jakarta: PB. Perkeni.
[PERKENI]. 2016. Konsesus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe2 di Indonesia 2006. Jakarta: PB. Perkeni.
Potter AP, Perry AG. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.
Probowati E. 2016. Faktor Resiko Gagal Ginjal Pada Diabetes Melitus.Universitas Diponegora
Fatimah 2015, Evaluasi Penggunaan Obat Antidiabetik Pada Pasien Dewasa Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pusat DR. Sardjito Yogyakarta Tahun 2015, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
[Riskesdas] Riset Kesehatan Dasar. 2013.Pedoman Pewancara Petugas Pengumpul Data. Jakarta: Badan Litbangkes Depkes RI.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Edisi ke-2. Bandung: Alfabeta Bandung. Kedokteran Universitas Indonesia.
Siwanto. S. 2015. Diabetes Melitus di Indonesia. Editor: Sudoyo A.W., Setiyohadi B., Alwi I., Simadibrata K.M., Setiati S., Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Edisi IV. Hal 1852-1856. Balai Penerbit Fak. Kedokteran UI. Jakarta
Published
2021-04-29
How to Cite
Sebayang, L., Anna Teresia Marbun, R., & Kartika, D. (2021). EFEKTIVITAS KERASIONALAN PEMBERIAN ANTIDIABETIK PENGOBATAN ORAL PASIEN DIABETES MELLITUS PADA USIA 30-50 TAHUN TIPE 2 DI RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD DELI SERDANG LUBUK PAKAM TAHUN 2020. JURNAL FARMASIMED (JFM), 3(2), 74-80. https://doi.org/10.35451/jfm.v3i2.582