Exploration of Social Risk Factors in cases of Stunting in Children Aged 1-5 Years in Ngesrep sub-district, Semarang City
DOI:
https://doi.org/10.35451/87fges20Keywords:
Stunting, Parenting, Social Risk, Toddlers, Kelurahan NgesrepAbstract
Stunting in toddlers is not merely a medical issue but also a public health challenge in Indonesia, including urban areas such as Semarang City. This study aims to analyze social risk factors that play an important role in the occurrence of stunting among children aged 1–5 years in Kelurahan Ngesrep, Semarang City. The study employed a descriptive qualitative method with data collection techniques including in-depth interviews and direct observations involving mothers of stunted children, posyandu cadres and the village social welfare section (social welfare). The findings indicate that most stunted children come from families with relatively low maternal education levels, predominantly high school graduates. This level of education influences parents’ understanding in applying appropriate child-rearing practices. In addition to educational factors, parents’ time and attention toward their children are limited due to work-related demands. This condition affects the quality of parenting and social support within the surrounding environment. Work obligations also prevent some mothers from regularly attending posyandu activities, resulting in suboptimal monitoring of children’s growth and development.Based on these findings, it can be concluded that stunting is a multidimensional problem involving maternal education, parenting practices, and community social support. This study is expected to provide insights for the government and health professionals in designing more effective and efficient stunting prevention programs in urban areas.
Downloads
References
[1] H. Anggraini, “Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan,”
J. Ilmu Kesehat. Bhakti Husada Heal. Sci. J., vol. 16, no. 01, pp. 47–52, 2025, doi: 10.34305/jikbh.v15i02.1200.
[2] E. Kusuma, E. P. Widianto, and A. Astuti, Anggia Pratiwi, Atik Tri Fitriyah, “Faktor Sosial dan Perilaku sebagai Prediktor Stunting pada Balita di Wilayah Pesisir,” Indones. J. Heal. Sci., vol. 17, no. 1, pp. 21– 30, 2025, doi: 10.32528/tijhs.v17i1.3284.
[3] S. A. Khati and M. Ariesta, “Hubungan Status Ekonomi Dan Jumlah Keluarga Dengan Kejadian
Stunting Pada Balita Di Desa Kuapan Kecamatan Tambang Tahun 2023,” SEHAT J. Kesehat. Terpadu, vol. 2, no. 3, pp. 173–180, 2023, doi: 10.31004/sjkt.v2i3.18202.
[4] Dian Wahyuni and Rinda Fitrayuna, “Pengaruh Sosial Ekonomi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Kualu Tambang Kampar,” PREPOTIF J. Kesehat. Masy., vol. 4 Nomor 1, no. 1, pp. 20–26, 2020.
[5] R. F. Nur, I. Kurniawan, and A. Hakim, “Pengaruh Faktor Lingkungan Keluarga, Karakteristik Orang Tua dan Dukungan Sosial Masyarakat Terhadap Stunting Pada Anak Balita,” J. Sehat Indones., vol. 6, no. 02, pp. 800–809, 2024, doi: 10.59141/jsi.v6i02.139.
[6] N. N. Hawa, S. Z. S. Zakaria, M. R. Razman, and N. A. Majid, “Geography education for promoting sustainability in Indonesia,” Sustain., vol. 13, no. 8, pp. 1–15, 2021, doi: 10.3390/su13084340.
[7] R. Leda, R. M. Haingu, D. S. J. Deta, N. M. Leko, and Y. N. Nairo, “Peran Orangtua dalam Pemenuhan Gizi Anak Usia Dini yang Berriwayat Stunting di Desa Kalembu Weri Kecamatan Wewewa Barat
Kabupaten Sumba Barat Daya,” JIIP - J. Ilm. Ilmu Pendidik., vol. 5, no. 12, pp. 5413–5420, 2022, doi: 10.54371/jiip.v5i12.1212.
[8] E. Z. Siregar, “Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Desa J, Kader Posyandu Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Ibu dan Anak,” vol. 3, no. 2, pp. 171–186, 2021, doi: 10.24952/taghyir.v3i2.3930.
[9] A. Aryani, E. Eriyanti, W. Widiyono, N. Mufidah, and I. Indriyati, “Optimalisasi Peran Kader Dalam Pencegahan Stunting Pada Anak Melalui Edukasi Deteksi Dini Tumbuh Kembang Dan Gizi Seimbang,”
J. Abdi Insa., vol. 12, no. 3, pp. 1311–1318, 2025, doi: 10.29303/abdiinsani.v12i3.2389.
[10] S. Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, 2018.
[11] N. Muchlisa and U. D. Atiqa, “TANTANGAN SOSIAL PENCEGAHAN STUNTING : PERSPEKTIF,” vol. 6, pp. 17082–17088, 2025.
[12] D. A. B. R. Anggreni, D. P. H. Kusumaningtiyas, and I. M. R. Dwijayanto, “Hubungan perilaku orang tua dalam memenuhi nutrisi dengan angka kejadian picky eater,” JKP (Jurnal Kesehat. Prim., vol. 8, no. 2 SE-Articles, pp. 81–87, Nov. 2023, doi: 10.31965/jkp.v8i2.1295.
[13] Ocha Ananda Suherik and Rini Hildayani, “Memahami Keyakinan Diri Ibu Berusia Remaja: Studi Kualitatif Mengenai Maternal Self-efficacy,” Psyche 165 J., vol. 17, no. 3, pp. 172–180, 2024, doi: 10.35134/jpsy165.v17i3.375.
[14] M. Arifin, M. Faisal, and N. Ayubi, “Pengaruh Pengasuhan Orang Tua Berpendidikan Rendah terhadap Perilaku Anak,” J. Educ. J. Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbing. dan konseling, vol. 11, no. 2 SE- Articles, pp. 146–153, Nov. 2023, doi: 10.56013/edu.v11i2.2257.
[15] B. Handayani et al., “Studi Fenomenologi Gaya Hidup Sehat dan Strategi Pencegahan Stunting di Wilayah Perdesaan Universitas Bhakti Kencana Serang , Indonesia yang memadai , terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan , yaitu sejak konsepsi hingga usia,” J. Med. Nusant., vol. 2, no. 4, pp. 144–164, 2024.
[16] Siti Salwa Fauziah, “HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENCEGAHAN STUNTING
PADA IBU BALITA,” JPK J. Penelit. Kesehat., vol. 14, no. 1 SE-Articles, pp. 14–20, Jun. 2024, doi: 10.54040/jpk.v14i1.256.
[17] “The Impact of Financial Literacy and Household Food Security on the Prevention of Stunting among Toddlers in Lubuk PakamSubdistrict, Deli Serdang Regency”, JKG, vol. 8, no. 1, pp. 354–360, Oct. 2025, doi: 10.35451/j0t94544.
[18] A. Nurkhasyanah, “Analisis Kondisi Ekomomi Orang Tua Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Anak Dalam Perkembangan Anak,” J. Early Child. Educ. Stud., vol. 5, no. 1 SE-Articles, pp. 116–131, Jun. 2025, doi: 10.54180/joeces.v5i1.508.
[19] C. D. Cipta Frandy Pangestu , Zainal Munir, Novela Eka, “Hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 6 – 59 bulan,” J. Public Heal. Innov., vol. 5, no. 2 SE-Articles, pp. 217–225, doi: 10.34305/jphi.v5i2.1619.
[20] S. Arofah and C. I. Fitriwati, “Hubungan Pekerjaan Orang Tua Dengan Stimulasi Dini Pada Anak Usia 0-36 Bulan diwilayah Kerja Puskesmas Bungo I Kabupaten Bungo ,” Madago Nurs. J., vol. 2, no. 2 SE- Original Articles, pp. 58–65, Jan. 2022, doi: 10.33860/mnj.v2i2.604.
[21] N. P. Fajrin and L. A. Purwastuti, “Keterlibatan Orang tua dalam Pengasuhan Anak pada Dual Earner Family: Sebuah Studi Literatur,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 6, no. 4 SE-Articles, pp. 2725–2734, Jan. 2022, doi: 10.31004/obsesi.v6i4.1044.
[22] M. A. L. Cellyna Setyowati, “Pemenuhan Gizi Dan Pemanfaatan Posyandu Dalam Mencegah Stunting Pada Keluarga Penerima PKH di Binjai Utara, Kota Binjai,” J. Interv. Sos., vol. 3, no. 1 SE-Articles, pp. 26–36, doi: 10.32734/intervensisosial.v3i1.16545.
[23] I. Fitriani, I. Istiqamah, and I. Avrilina Haryono, “Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Orang Tua Balita Dalam Kegiatan Posyandu Di Puskesmas Sebatung Kabupaten Kotabaru,” J. Ilmu Kedokt. dan Kesehat. Indones., vol. 3, no. 3 SE-Articles, pp. 53–66, Nov. 2023, doi: 10.55606/jikki.v3i3.2136.
[24] N. Inayah, R. R. Setiawan, and S. Muzid, “Sistem Monitoring Gizi dan Pertumbuhan Balita untuk Pencegahan Stunting di Posyandu Desa Cendono Kabupaten Kudus,” J. Nas. Komputasi dan Teknol. Inf., vol. 8, no. 1, pp. 372–382, 2025, doi: 10.32672/jnkti.v8i1.8761.
[25] Nia Novita Sari and W. Yesiana Dwi Wahyu, “HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU BALITA,” JPK J. Penelit. Kesehat., vol. 14, no. 1 SE-
Articles, pp. 14–20, Jun. 2024, doi: 10.54040/jpk.v14i1.256.
[26] L. Berliana, “Dukungan sosial keluarga untuk meningkatkan pola pengasuhan pada pencegahan
stunting,” Indones. J. Muhammadiyah Stud., vol. 5, no. 1, pp. 8–14, 2024, doi: 10.62289/ijmus.v5i1.170.
[27] Fitri Supardi, “Hubungan Antara Pengetahuan Dan Dukungan Orang Tua Dan Keluarga Dengan Anak Stunting Di Puskesmas Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan,” J. Dunia Ilmu Kesehat., vol. 2, no. 2, pp. 40–47, 2024, doi: 10.59435/jurdikes.v2i2.259.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nisa Siti Aisyah, Nabila Nurul Hawa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright in each article is the property of the Author.





















