SOSIALIASI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG MERAH (Allium cepa L.)

  • Ahmad Syukur Hasibuan Institut Kesehatan Medistra
  • Vicky Edrianto
Keywords: umbi bawang merah; skrining fitokimia; etanol

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L) banyak mengandung senyawa aktif yang memiliki efek farmakologi. Etanol adalah pelarut yang mempunyai universal serta memiliki sifat netral, absorbsi baik, tidak beracun dan stabil sehingga dapat digunakan untuk ekstraksi umbi bawang merah. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak umbi bawang merah. Penelitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan metode maserasi selama 5 hari dan dilanjutkan dengan remaserasi selama 2 hari. Kemudian ekstrak yang didapat dilakukan skrining fitokimia. Hasil skrining fitokimia umbi bawang merah menggunakan pelarut etanol menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan steroid/terpenoid. Sosialiasasi hasil skrining ekstrak etanol umbi bawang merah tersebut dilakukan terhadap mahasiswa pada saat pengajaran di kelas menggunakan aplikasi zoom.

References

Andriyanto, B. E., Ardiningsih, P., & Idiawati, N. 2016. Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Belimbing Hutan (Baccaurea angulata Merr.). Jurnal Kimia Khatulistiwa, 5(4).

Arora, E. K., Sharma, V., Khurana, A., Manchanda, A., Sahani, D. K., Abraham, S., ... & Gupta, H. 2017. Phytochemical analysis and evaluation of antioxidant potential of ethanol extract of Allium cepa and ultra high homoeopathic dilutions available in the market: A comparative study. Indian Journal of Research of Homopoeopathy, 11(2): 89-94.

Depkes RI. 1989. Materia Medika Indonesia Jilid V. Jakarta: Depkes RI.

Depkes RI. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan.

Dijen POM. 1986. Sediaan Galenik. Jakarta: Depkes RI.

Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Depkes RI.

Ditjen POM. (1995). Farmakope Indonesia Edisi IV. Depkes RI.

Emelda. 2019. Farmakognosi : Untuk Mahasiswa Kompetensi Keahlian Farmasi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Harborne, J. B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. Bandung: Penerbit ITB.

Kristanti, A. N., N. S. Aminah, M. Tanjung, dan B. Kurniadi. 2008. Buku Ajar Fitokimia. Surabaya: Airlangga University Press.

Marliana, S.D., Suryanti, V., & Suyono. 2005. Skrining Fitokimia dan Analisis Kromatografi Lapis Tipis Komponen Kimia Buah Labu Siam (Sechium edule Jacq. Swartz.) dalam Ekstrak Etanol. Biofarmasi,3 (1): 26-31.

Octaviani, M., Fadhli, H., & Yuneistya, E. 2019. Uji Aktivitas Anti mikroba Ekstrak Etanol Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) dengan Metode Difusi Cakram. Pharmaceutical Sciences & Research, 6(1), 8.

Purwati, S., Lumowa, S. V., & Samsurianto, S. (2017. Skrining Fitokimia Daun Saliara (Lantana Camara L) Sebagai Pestisida Nabati Penekan Hama Dan Insidensi Penyakit Pada Tanaman Holtikultura di Kalimantan Timur. In Prosiding Seminar Kimia. 153-158.

Rahayu, E. dan Nur B. V. A. 1996. Bawang Merah. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sasmito, E. 2017. Imunomudulator Bahan Alami. Yogyakarta: Rapha Publishing.

Utami, P., Lina., M., & Tim, P., PS. 2013. Umbi Ajaib Tumpas Penyakit. Jakarta: Penebar Swadaya.

Voight, R. 1994. Buku Pengantar Teknologi Farmasi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Published
2021-06-30