PENYULUHAN BRISK WALKING TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS

  • Pratiwi Christa Simarmata Institut Medistra Lubuk Pakam
  • Kardina Hayati
  • Sari Desi Esta Ulina Sitepu
  • Ruttama Hutahuruk
  • Rita Ayu Butar-butar
  • Nilam Cahya
Keywords: counseling, brisk walking, diabetes mellitus

Abstract

Abstrak

Diabetes melitus disebabkan insulin tidak lagi tercukupi dalam tubuh serta insulin tidak dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan tubuh. Diabetes melitus dapat menjadi serius dan mebahayakan jika tidak segera diobati. Pengontrolan kadar glukosa darah melalui aktifitas fisik masih sulit dilakukan disebabkan kedaran masyarakat yang kurang. Aktifitas fisik merupakan salah satu pilar penatalaksanaan komplikasi diabetes melitus. Aktifitas fisik dapat dilakukan dengan brisk walking. Hal ini jika dilakukan secara teratur dapat merangsang sintesis glikogen melalui peningkatan aksi insulin dan merangsang transportasi glukosa. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan penyuluhan tentang Brisk Walking terhadap perubahan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus. Metode kegiatan dilakukan dengan tahapan dimulai dari penyampaian materi kepada penderita diabetes melitus tentang konsep penyakit diabetes melitus dan penatalaksanaannya, pemeriksaan kadar glukosa darah dan evaluasi hasil pelaksanaan. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menjadi bahan kajian untuk di diskusikan agar peserta lebih paham dan secara diri mampu mengendalikan terjadinya komplikasi yang dapat diakibatkan diabetes melitus.

Abstract

Diabetes mellitus is caused by insufficient insulin in the body and insulin cannot be used to meet the body's needs. Diabetes mellitus can be serious and dangerous if not treated immediately. Controlling blood glucose levels through physical activity is still difficult to do due to lack of public awareness. Physical activity is one of the pillars of the management of complications of diabetes mellitus. Physical activity can be done by brisk walking. This if done regularly can stimulate glycogen synthesis through increasing insulin action and stimulating glucose transport. The purpose of this community service is to provide counseling about Brisk Walking on changes in blood glucose levels in patients with diabetes mellitus. The method of activity is carried out in stages starting from delivering material to people with diabetes mellitus about the concept of diabetes mellitus and its management, checking blood glucose levels and evaluating the results of the implementation. The results of this community service activity are used as study material to be discussed so that participants can better understand and be able to control the occurrence of complications that can be caused by diabetes mellitus.

References

Ana dan Anita. (2017). Brisk Walking dapat menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes Mellitus. Cendekia utama , 10-19.

Darwin & Reni. (2013) Menikmati Gula Tanpa Rasa Takut. Jakarta: Sinar Ilmu

IDF. (2014). IDF diabetes atlas: Sixth

edition. Retrieved from http://www.idf.org/sites/default/files/EN_6E_Atlas_Full_0.pdf

Listyarini, A. D. and Fadilah, A. (2017).

Brisk Walking Dapat Menurunkan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 6(2). doi: 10.31596/JCU.V6I2.187

Lukman. (2015). Kencing Manis (Diabetes Mellitus). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Putri (2016). Hubungan Empat Pilar Pengendalian Dm Tipe 2 Dengan Rerata Kadar Gula Darah. Surabaya: Universitas Airlangga.

Regina, G. 2016. Olahraga untuk Penderita Diabetes. Diakses: 19 September 2016. http://diabetesmelitus.org/olahraga-untuk-penderita-diabetes/

Sari. (2018). Pengaruh senam diabetes melitus terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. STIK, 35

World Health Organization (WHO). (2016). Diabetes, http://www.who.int/ mediacentre/ factsheets/ fs312. Updated January 2018

Published
2021-06-30